{"id":875,"date":"2016-09-01T00:33:45","date_gmt":"2016-08-31T17:33:45","guid":{"rendered":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/?p=875"},"modified":"2016-09-01T00:37:52","modified_gmt":"2016-08-31T17:37:52","slug":"mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/","title":{"rendered":"Mengenali Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Hutan Desa Semende Muaraenim"},"content":{"rendered":"<p>Semendo nama umum yang dikenal dikalangan masyarakat Sumatera Selatan atau Jeme Semende sebutan umum oleh masyarakat semende sendiri,merupakan komunitas\/suku tersendiri yang berada di provinsi sumatera selatan, Secara geografis masyarakat semende dibagi menjadi 2 kelompok yaitu ;<\/p>\n<ol>\n<li>Semende Darat yang komunitasnya berada dikabupaten Muara enim<\/li>\n<li>Semende Lembak yang komunitasnya berada di kabupaten Ogan Komering Ulu<\/li>\n<\/ol>\n<p>Masyarakat Semende Darat saat ini tersebar di tiga Kecamatan yaitu Semende darat laut\u00a0dengan pusat pemerintahan kecamatan di\u00a0Desa Pulau Panggung luas wilayah administrasif 269,14 Km2 Kondisi Geografis pada umumnya berbukit, dengan ketinggian rata-rata antara 600 sampai 1.017 meter dari permukaan laut berjarak 92 Km dari ibukota Muara Enim.<\/p>\n<p>Semende Darat\u00a0Tengah luas wilayah administratif 302,24 km2, kondisi geografis berbukit\u00a0dengan ketinggian rata-rata 997 \u2013 1.600 meter dari permukaan laut, rata-rata curah hujan 137 mm dan rata-rata hujan 14,92\/hari dengan suhu udara rata-rata 20-22<sup>o<\/sup>C.<\/p>\n<p>Semende Darat Ulu luas wilayah administratif\u00a0\u00a0316,5 Km2,\u00a0Kondisi alam kecamatan ini berbukit memiliki ketingian 700 \u2013 1600 meter diatas permukaan laut (mdpl).<\/p>\n<p>Jeme Semende yang tinggal di ketiga kecamatan tersebut mayoritas bersandar dari hasil perkebunan kopi rakyat dan sebagian kecil mengusahakan sawah sebagai mata pencarian sehari-harinya.<\/p>\n<p>Selain bersandar dari Hasil Panen Kopi dan Sawah Talang masih ada beberapa produk\u00a0Hasil Hutan Buka nKayu Hutan (HHBK) yang diusahakan oleh Jeme Semende untuk menopang kehidupan mereka<\/p>\n<figure id=\"attachment_885\" aria-describedby=\"caption-attachment-885\" style=\"width: 960px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/IMG_5136.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-885 size-full\" src=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/IMG_5136.jpg\" alt=\"Bii Kopi luwak yang banyak ditemukan di daerah semende\" width=\"960\" height=\"640\" srcset=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/IMG_5136.jpg 960w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/IMG_5136-768x512.jpg 768w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/IMG_5136-585x390.jpg 585w\" sizes=\"auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-885\" class=\"wp-caption-text\">Bii Kopi luwak yang banyak ditemukan di daerah semende<\/figcaption><\/figure>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><strong>ROTAN<\/strong><\/h3>\n<figure id=\"attachment_879\" aria-describedby=\"caption-attachment-879\" style=\"width: 900px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG_5972.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-879 size-full\" src=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG_5972.jpg\" alt=\"Kerajinan Tangan berbahan dasar Rotan yang diproduksi masyarakat Semende\" width=\"900\" height=\"600\" srcset=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG_5972.jpg 900w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG_5972-768x512.jpg 768w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG_5972-585x390.jpg 585w\" sizes=\"auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-879\" class=\"wp-caption-text\">Kerajinan Tangan berbahan dasar Rotan yang diproduksi masyarakat Semende<\/figcaption><\/figure>\n<p>Rotan merupakan tanaman yang paling berpotensi di lokasi hutan desa di ke-3 (tiga) Kecamatan Semende sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu.<\/p>\n<p>Ada beberapa jenis rotan yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat terutama sebagai untuk anjar (Bakul untuk Membawa kopi). Tapi produksi mereka tidaklah dalam sekala besar mereka hanya produksi untuk kehidupan mereka sendiri.<\/p>\n<p>Ada beberapa jenis rotan yang dipergunakan antara lain :<br \/>\n&#8211; Rotan Selimit<br \/>\n&#8211; Rotan Gambir<br \/>\n&#8211; Rotan Segamit<br \/>\n&#8211; Rotan Jernang<\/p>\n<p>Rotan Selimit berdasarkan informasi masyarakat merupakan rotan yang bagus bentuknya kecil tapi memiliki kekuatan tidak mudah rapuh.<\/p>\n<p>Permasalahan yang timbul dimana masyarakat memanfaatkan rotan bukan hanya batangnya saja tapi juga mereka memanfaatkan umbut (tunas pada rotan muda).<\/p>\n<p>Pengambilan umbut rotan besar-besaran terjadi pada saat bulan puasa mereka biasa menggunakan umbut tersebut untuk menjadi lalapan ataupun sayuran.<\/p>\n<p>Ciri khas ini\u00a0terjadi seluruh desa di Semende bahkan mereka menjual ke pasaran dimana mereka memasarkan umbut tersebut Rp 1.500\/ tiga umbut. Sedangkan di Ibukota Kabupaten Muara Enim berdasarkan informasi umbut rotan ini di jual seharga Rp. 2.500\/3 umbut.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3>ROTAN JERNANG<\/h3>\n<figure id=\"attachment_880\" aria-describedby=\"caption-attachment-880\" style=\"width: 960px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG_4932.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-880\" src=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG_4932.jpg\" alt=\"Rotan Jernang salah satu produk HHBK Masyarakat Semende\" width=\"960\" height=\"640\" srcset=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG_4932.jpg 960w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG_4932-768x512.jpg 768w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG_4932-585x390.jpg 585w\" sizes=\"auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-880\" class=\"wp-caption-text\">Rotan Jernang salah satu produk HHBK Masyarakat Semende<\/figcaption><\/figure>\n<p>Rotan jernang merupakan rotan penghasil resin yang berwarna merah telah sejak lama diperdagangkan dan dimanfaatkan sebagai bahan pewarna, dupa dan bahan obat tradisional. Pemanfaatan rotan jernang telah dilakukan oleh masyarakat terutama masyarakat Tanjung Agung, kegiatan pemungutan buah jernang baru dilakukan oleh sebagian masyarakat.<\/p>\n<p>Pada usia 2 (dua) Tahun rotan jernang mulai berbuah, hasil getah jernang pada saat berumur. Tanaman rotan jernang berbuah dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan<br \/>\napril dan september. Buah rotan jernang seperti buah rotan umumnya, yaitu bulat kecil-kecil berkumpul seperti buah salak.<\/p>\n<p>Buah jernang yang dihasilkan rotan yang berada di kawasan di Wilayah HD Semende memiliki bentuk lebih pipih dibandingkan buah jernang dihasilkan didaerah dataranrendah dimana buahnya lebih bulat dan resinnya lebih tebal.<\/p>\n<p>Berdasarkan jenisnya rotan jernang memiliki 6 (enam) jenis dengan penyebaran daerah di Pulau Jawa,\u00a0Kalimantan dan Sumatra.<\/p>\n<p>Dari segi pemasaran resin\u00a0jernang di sekitar Kecamatan Semende \u00a0sudah ada tempat pengumpul dan pengelolaan dari buah menjadi resin. Tempat pengelolaan\u00a0dan pengepulnya berada di Desa Tanjung Agung.<\/p>\n<p>Dalam melakukan pengumpulan hasil jernang ada 2 (dua) tipe pelaksanaanya oleh para pencari jernang yang antara\u00a0lain:<\/p>\n<ol>\n<li>Memanen buah jernang dan menjualnya langsung dijual ke pengumpul, Dalam tipe pelaksanaan ini dimana masyarakat hanya membutuhkan waktu 1-2 hari didalam hutan untuk mengambil buah jernang. Buah langsung di jual ke pengumpul, harga dari pengumpul untuk harga 1 karung ukuran 20 kg dihargai Rp45.000,-<\/li>\n<li>Memanen buah jernang diolah menjadi resin baru dijual ke , Dalam melaksanakan aktifitas yang satu ini masyarakat pengumpulkan waktu seminggu dalam mencari dan mengolah buah jernang menjadi serbuk. Masyarakat\u00a0menjual serbuk dengan harga Rp 150.00-250.000\/ons tergantung kualitas hasil pengolahan dari masyarakat.<\/li>\n<\/ol>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3>AREN (Arenga pinnata)<\/h3>\n<figure id=\"attachment_881\" aria-describedby=\"caption-attachment-881\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/IMG_4849.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-881 size-full\" src=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/IMG_4849.jpg\" alt=\"Pohon Aren Produk HHBK Hutan Desa Semende\" width=\"640\" height=\"960\" srcset=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/IMG_4849.jpg 640w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/IMG_4849-585x878.jpg 585w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-881\" class=\"wp-caption-text\">Pohon Aren Produk HHBK Hutan Desa Semende<\/figcaption><\/figure>\n<p>Produk dari Pohon aren masuk dalam golongan Hasil Hutan Bukan Kayu karena merupakan penghasil Pati (karbohidrat) dimana turunan dari pohon aren bisa menghasilkan Tepung aren dan gula aren.<\/p>\n<p>Berdasarkan observasi\/pengamatan di lapangan baik di 6 (enam) Desa menunjukan bahwa masih banyak tanaman aren berdasarkan informasi masyarakat tanaman yang berasal dari kawasan hutan (bukan tanaman budidaya).<\/p>\n<p>Berdasarkan penggalian informasi kepada masyarakat apa saja yang telah dimanfaatkan dari pohon aren tersebut yang antara lain :<\/p>\n<p>&#8211; Air Gula<br \/>\n&#8211; Kolang-kaling \/ Beluluk (lokal)<br \/>\n&#8211; Ijuk ( digunakan untuk sapu lantai)<br \/>\n&#8211; Umbut<\/p>\n<p>Tapi semua pemanfaatan tersebut hanya digunakan untuk kebutuhan kebutuhan rumah tangga tidak diperjualkan belikan.<\/p>\n<p>Sedangkan buahnya yang digunakan untuk kolang-kaling hanya diperjualbelikan pada saat bulan puasa. Ada suatu permasalahan dimana masyarakat masih memanfaatkan umbut-nya digunakan konsumsi sehari-hari, berdasarkan informasi dari pihak penyuluh kehutanan bila umbut-nya sudah dipergunakan maka produksi air nira dan buah-nya tidak maksimal.<\/p>\n<p>Kondisi ini sangat di sayangkan karena kurangnya pemanfaatan dari pohon aren untuk memaksimalkan\u00a0menjadi produk yang bisa dipasarkan.<\/p>\n<p>Secara Budidaya Aren pernah diuji cobakan di berbagai Desa salah satunya di Desa Muara Danau, tetapi karena tekanan dari Hama terutama dari Babi budidaya aren\u00a0banyak tidak berhasil.<\/p>\n<p>Aren yang tumbuh disekitar kebun mereka yang dekat dengan perbatasan hutan merupakan aren tumbuh secara alami yang biasanya diperbantukan<br \/>\noleh musang<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><strong>Kayu Manis (\u00a0Cinnamomum burmanii )<\/strong><\/h3>\n<figure id=\"attachment_883\" aria-describedby=\"caption-attachment-883\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/225.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-883 size-full\" src=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/225.jpg\" alt=\"Kredit Foto : dananwahyu.com\" width=\"600\" height=\"399\" srcset=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/225.jpg 600w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/225-585x389.jpg 585w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-883\" class=\"wp-caption-text\">Kredit Foto : dananwahyu.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>Kayu manis merupakan sejenis pohon penghasil rempah-rempah yang beraroma,manis dan pedas. Orang biasa menggunakan rempah dalam makanan. Kayu manis adalah salah satu bumbu makanan tertua yang digunakan manusia bumbu ini digunakan mesir kuno sekitar 5.000 tahun yang lalu.<\/p>\n<p>Kayu manis juga secara tradisional dijadikan sebagai suplemen untuk berbagai penyakit, dengan dicampur madu, misalnya untuk pengobatan penyakit radang sendi, kulit jantung dan perut kembung (sumber wikipedia).<\/p>\n<p>Kayu Manis oleh masyarakat dalam pengambilan nya mereka ada yang sudah menanam sendiri dikebun ada juga mengambil langsung dari dalam hutan. Kayu manis merupakan hasil produk dari kulit kayu, saat ini harga kulit kayu tersebut Rp. 11.000,- sd 15.000 per kg. Dari setiap desa yang disurvey pemanfaatan kayu manis hanya<br \/>\ndilakukan 1-2 orang saja.<\/p>\n<p>Dalam pemanenan kayu manis masyarakat mengambilnya secara penebangan hal ini tentu perlu adanya perubahan menjadi pola budidaya sehingga keberadaan pohon<br \/>\nkayu manis didalam hutan masih tetap ada.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><strong>Kacang Berangan ( Family Fagaceae, Marga Castanopsis)<\/strong><\/h3>\n<figure id=\"attachment_886\" aria-describedby=\"caption-attachment-886\" style=\"width: 960px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/kacang-berangan.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-886 size-full\" src=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/kacang-berangan.jpg\" alt=\"Kacang berangan atau chesnut yang juga tumbuh diwilayah semende\" width=\"960\" height=\"491\" srcset=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/kacang-berangan.jpg 960w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/kacang-berangan-768x393.jpg 768w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/kacang-berangan-585x299.jpg 585w\" sizes=\"auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-886\" class=\"wp-caption-text\">Kacang berangan atau chesnut yang juga tumbuh diwilayah semende kredit foto : pixabay.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>Berangan merupakan biji yang berbentuk kacang yang dihasilkan oleh tanaman hutan yang berasal dari Family Fagaceaedengan istilah lokal-nya disebut Mempening. Jenis-jenis yang menghasilkan Kacang Barangan ini adalah Castanea dentata, Castneahenryi, Castanea mollisima, Castanea ozarkensis yang dikenal golongan Castanopsis.<\/p>\n<p>Kacang berangan dalam istilah masyarakat amerika dan Eropa dikenal dengan Chestnut(Kacang keju). Buah yang dihasilkan pada tanaman bila dibuka isinya akan<br \/>\nberbentuk seperti kacang. Tumbuhan ini memiliki ciri batang tumbuhnya sangat lurus dan batangnya besar dan berdaun kekuningan.<\/p>\n<p>Kacang Barangan ini juga dikonsumsi dan diperdagangkan oleh masyarakat disekitar wilayah Semende. Dalam keseharian ada sebagian masyarakat memungut buah<br \/>\nbarangan dan dijual biji-nya dengan ukuran cantingan (ukuran sekaleng susu kental)seharga Rp 1.500. Dalam pengumpulannya mereka kadang-kadang bisa mencapai 100\u00a0cantingan dan paling kecil 50 cantingan.<\/p>\n<p>Harga ini tentu belum sesuai dengan pasaran yang ada sehingga perlu ditingkatkan lagi masalah pasaran kacang barangan ini,\u00a0karena kacang barangan ini tergolong dengan kacang diekspor.<\/p>\n<p>Barangan dikategorikan sebagai umbi-umbian daripada kacangan. Semua barangan memiliki khasiat dan manfaat dimana buahnya dapat dimakan setelah dilakukan<br \/>\npenggongsengan dan bisa terus direbus dengan air mendidih.<\/p>\n<p>Berdasarkan penelitian oleh fakutas Pertanian Universitas Islam Riau buah barangan dapat juga dijadikan tepung, caranya terlebih dahulu dikeringkan dipanas matahari atau oven. Selanjutnya buah tersebut digiling. Tepung hasil gilingan ini bisa digunakan untuk bahan roti, kue dan kue dadar, serta pencampur pembuatan sup dan kuah.<\/p>\n<p>Berdasarkan penggalian informasi di lapangan terutama di Desa Cahaya AlamTanaman Barangan ini sudah mulai ditanam di perkarangan dan ada juga yang ditanam di halaman sekolah.<br \/>\nBerdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh pihak BPK (Balai penelitian Kehutanan) Sumatera Selatan Tahun 2014 tentang Komposisi dan Struktur tegakan penghasil Kayu di Hutan Lindung Desa Tanjung Tiga Kecamatan Semende Darat Ulu pada tahun 2014.<\/p>\n<p>Dalam penelitian itu ditemukan ada tiga Family penting yaitu Myrtacaea, Fagaceae dan Lauraceae. Family Fagaceae berdasarkan indeks Nilai Penting (INP) mempunyai nilai sebesar 65,88%, dalam temuan di Desa Tanjung Tiga bahwa Fagaceae ini diwakili oleh marga Castanopsis, Lithorcarpus dan Quercus.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semendo nama umum yang dikenal dikalangan masyarakat Sumatera Selatan atau Jeme Semende sebutan umum oleh masyarakat semende sendiri,merupakan komunitas\/suku tersendiri yang berada di provinsi sumatera selatan, Secara geografis masyarakat semende dibagi menjadi 2 kelompok yaitu ; Semende Darat yang komunitasnya berada dikabupaten Muara enim Semende Lembak yang komunitasnya berada di kabupaten Ogan Komering Ulu Masyarakat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":878,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[89,90],"class_list":{"0":"post-875","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"tag-hhbk-semende","9":"tag-hutan-desa-semende"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenali Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Hutan Desa Semende Muaraenim | HaKI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenali Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Hutan Desa Semende Muaraenim | HaKI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Semendo nama umum yang dikenal dikalangan masyarakat Sumatera Selatan atau Jeme Semende sebutan umum oleh masyarakat semende sendiri,merupakan komunitas\/suku tersendiri yang berada di provinsi sumatera selatan, Secara geografis masyarakat semende dibagi menjadi 2 kelompok yaitu ; Semende Darat yang komunitasnya berada dikabupaten Muara enim Semende Lembak yang komunitasnya berada di kabupaten Ogan Komering Ulu Masyarakat [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HaKI\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-08-31T17:33:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2016-08-31T17:37:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG_3315.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"960\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"MIB\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"MIB\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/\"},\"author\":{\"name\":\"MIB\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1\"},\"headline\":\"Mengenali Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Hutan Desa Semende Muaraenim\",\"datePublished\":\"2016-08-31T17:33:45+00:00\",\"dateModified\":\"2016-08-31T17:37:52+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/\"},\"wordCount\":1412,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG_3315.jpg\",\"keywords\":[\"HHBK Semende\",\"Hutan Desa Semende\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/\",\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/\",\"name\":\"Mengenali Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Hutan Desa Semende Muaraenim | HaKI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG_3315.jpg\",\"datePublished\":\"2016-08-31T17:33:45+00:00\",\"dateModified\":\"2016-08-31T17:37:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG_3315.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG_3315.jpg\",\"width\":960,\"height\":640,\"caption\":\"Sawah yang diusahakan masyarakat semende sebagai Produk Hasil Hutan Bukan Kayu\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/\",\"name\":\"HaKI\",\"description\":\"Perkumpulan Hutan Kita Institute\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1\",\"name\":\"MIB\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"MIB\"},\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/author\/mib\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenali Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Hutan Desa Semende Muaraenim | HaKI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/","next":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenali Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Hutan Desa Semende Muaraenim | HaKI","og_description":"Semendo nama umum yang dikenal dikalangan masyarakat Sumatera Selatan atau Jeme Semende sebutan umum oleh masyarakat semende sendiri,merupakan komunitas\/suku tersendiri yang berada di provinsi sumatera selatan, Secara geografis masyarakat semende dibagi menjadi 2 kelompok yaitu ; Semende Darat yang komunitasnya berada dikabupaten Muara enim Semende Lembak yang komunitasnya berada di kabupaten Ogan Komering Ulu Masyarakat [&hellip;]","og_url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/","og_site_name":"HaKI","article_published_time":"2016-08-31T17:33:45+00:00","article_modified_time":"2016-08-31T17:37:52+00:00","og_image":[{"width":960,"height":640,"url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG_3315.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"MIB","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"MIB","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/"},"author":{"name":"MIB","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1"},"headline":"Mengenali Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Hutan Desa Semende Muaraenim","datePublished":"2016-08-31T17:33:45+00:00","dateModified":"2016-08-31T17:37:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/"},"wordCount":1412,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG_3315.jpg","keywords":["HHBK Semende","Hutan Desa Semende"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/","url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/","name":"Mengenali Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Hutan Desa Semende Muaraenim | HaKI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG_3315.jpg","datePublished":"2016-08-31T17:33:45+00:00","dateModified":"2016-08-31T17:37:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/mengenali-potensi-hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-hutan-desa-semende-muaraenim\/#primaryimage","url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG_3315.jpg","contentUrl":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG_3315.jpg","width":960,"height":640,"caption":"Sawah yang diusahakan masyarakat semende sebagai Produk Hasil Hutan Bukan Kayu"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website","url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/","name":"HaKI","description":"Perkumpulan Hutan Kita Institute","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1","name":"MIB","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g","caption":"MIB"},"url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/author\/mib\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/875","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=875"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/875\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/878"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=875"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=875"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=875"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}