{"id":634,"date":"2015-12-13T13:36:24","date_gmt":"2015-12-13T13:36:24","guid":{"rendered":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/?p=634"},"modified":"2015-12-13T13:36:24","modified_gmt":"2015-12-13T13:36:24","slug":"200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/","title":{"rendered":"200 Negara Adopsi Perjanjian Global Pertama untuk Perlambat Pemanasan Global"},"content":{"rendered":"<p>HaKI | \u00a0Tepuk tangan meriah berlangsung di ruang sidang utama setelah Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius mengetuk palu tanda tercapainya perjanjian. Beberapa delegasi tampak menitikkan air mata, lainnya berpelukan.<\/p>\n<p>Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry menyebut perjanjian itu sebagai kemenangan untuk semua dan generasi mendatang. Ditambahkannya \u201cperjanjian itu akan mencegah konsekuensi kehancuran yang paling buruk akibat perubahan iklim.\u201d<\/p>\n<p>Menteri Lingkungan Hidup Brazil Izabella Teixeira mengatakan \u201chari ini kita membuktikan bahwa setiap negara mungkin bersatu, saling bahu membahu, melakukan bagiannya untuk mengatasi perubahan iklim.\u201d<\/p>\n<blockquote><p><em>\u201cPerjanjian Paris\u2019\u2019 ini adalah untuk membatasi suhu dunia supaya tidak naik melebihi 1,8 Fahrenheit antara saat ini hingga tahun 2100, tuntutan utama negara-negara miskin yang dilanda kenaikan tingkat permukaan air laut dan dampak perubahan iklim lain.\u00a0<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>Dalam perjanjian itu, ke-200 negara berjanji akan membatasi jumlah gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia hingga ke batas yang bisa diserap oleh pohon, tanah dan laut secara alamiah, diperkirakan mulai antara tahun 2050 hingga 2100.<\/p>\n<p>Para ilmuwan mengatakan untuk mencapai tujuan itu berarti dunia harus menghentikan emisi gas rumah kaca, yang sebagian besar berasal dari pemanfaatan minyak bumi, batubara dan gas untuk energi, dalam setengah abad mendatang. Ini dikarenakan semakin sedikit polusi yang ditimbulkan, semakin sedikit polusi yang diserap alam<\/p>\n<p>Sebelum diberlakukan, perjanjian itu harus diratifikasi oleh masing-masing negara, sedikitnya oleh 55 negara yang mewakili 55% emisi global.<\/p>\n<p>Sumber : VOA<\/p>\n<p>#perjanjianparis #COP21<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HaKI | \u00a0Tepuk tangan meriah berlangsung di ruang sidang utama setelah Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius mengetuk palu tanda tercapainya perjanjian. Beberapa delegasi tampak menitikkan air mata, lainnya berpelukan. Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry menyebut perjanjian itu sebagai kemenangan untuk semua dan generasi mendatang. Ditambahkannya \u201cperjanjian itu akan mencegah konsekuensi kehancuran yang paling [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":635,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[66,64],"class_list":{"0":"post-634","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"tag-cop21","9":"tag-perjanjianparis"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>200 Negara Adopsi Perjanjian Global Pertama untuk Perlambat Pemanasan Global | HaKI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"200 Negara Adopsi Perjanjian Global Pertama untuk Perlambat Pemanasan Global | HaKI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"HaKI | \u00a0Tepuk tangan meriah berlangsung di ruang sidang utama setelah Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius mengetuk palu tanda tercapainya perjanjian. Beberapa delegasi tampak menitikkan air mata, lainnya berpelukan. Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry menyebut perjanjian itu sebagai kemenangan untuk semua dan generasi mendatang. Ditambahkannya \u201cperjanjian itu akan mencegah konsekuensi kehancuran yang paling [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HaKI\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-12-13T13:36:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/PERJANJIAN-PARIS.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"360\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"MIB\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"MIB\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/\"},\"author\":{\"name\":\"MIB\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1\"},\"headline\":\"200 Negara Adopsi Perjanjian Global Pertama untuk Perlambat Pemanasan Global\",\"datePublished\":\"2015-12-13T13:36:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/\"},\"wordCount\":226,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/PERJANJIAN-PARIS.jpg\",\"keywords\":[\"COP21\",\"perjanjianparis\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/\",\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/\",\"name\":\"200 Negara Adopsi Perjanjian Global Pertama untuk Perlambat Pemanasan Global | HaKI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/PERJANJIAN-PARIS.jpg\",\"datePublished\":\"2015-12-13T13:36:24+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/PERJANJIAN-PARIS.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/PERJANJIAN-PARIS.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Dari kiri ke kanan, Christiana Figueres, Sekertaris Eksekutif PBB Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim, Sekjen PBB Ban Ki-moon, Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius, Presiden COP21 dan Presiden Perancis Francois Hollande\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"200 Negara Adopsi Perjanjian Global Pertama untuk Perlambat Pemanasan Global\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/\",\"name\":\"HaKI\",\"description\":\"Perkumpulan Hutan Kita Institute\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1\",\"name\":\"MIB\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"MIB\"},\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/author\/mib\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"200 Negara Adopsi Perjanjian Global Pertama untuk Perlambat Pemanasan Global | HaKI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"200 Negara Adopsi Perjanjian Global Pertama untuk Perlambat Pemanasan Global | HaKI","og_description":"HaKI | \u00a0Tepuk tangan meriah berlangsung di ruang sidang utama setelah Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius mengetuk palu tanda tercapainya perjanjian. Beberapa delegasi tampak menitikkan air mata, lainnya berpelukan. Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry menyebut perjanjian itu sebagai kemenangan untuk semua dan generasi mendatang. Ditambahkannya \u201cperjanjian itu akan mencegah konsekuensi kehancuran yang paling [&hellip;]","og_url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/","og_site_name":"HaKI","article_published_time":"2015-12-13T13:36:24+00:00","og_image":[{"width":640,"height":360,"url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/PERJANJIAN-PARIS.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"MIB","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"MIB","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/"},"author":{"name":"MIB","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1"},"headline":"200 Negara Adopsi Perjanjian Global Pertama untuk Perlambat Pemanasan Global","datePublished":"2015-12-13T13:36:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/"},"wordCount":226,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/PERJANJIAN-PARIS.jpg","keywords":["COP21","perjanjianparis"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/","url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/","name":"200 Negara Adopsi Perjanjian Global Pertama untuk Perlambat Pemanasan Global | HaKI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/PERJANJIAN-PARIS.jpg","datePublished":"2015-12-13T13:36:24+00:00","author":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/#primaryimage","url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/PERJANJIAN-PARIS.jpg","contentUrl":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/PERJANJIAN-PARIS.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Dari kiri ke kanan, Christiana Figueres, Sekertaris Eksekutif PBB Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim, Sekjen PBB Ban Ki-moon, Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius, Presiden COP21 dan Presiden Perancis Francois Hollande"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/200-negara-adopsi-perjanjian-global-pertama-untuk-perlambat-pemanasan-global\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"200 Negara Adopsi Perjanjian Global Pertama untuk Perlambat Pemanasan Global"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website","url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/","name":"HaKI","description":"Perkumpulan Hutan Kita Institute","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1","name":"MIB","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g","caption":"MIB"},"url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/author\/mib\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/634","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=634"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/634\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/635"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=634"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=634"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=634"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}