{"id":5384,"date":"2022-07-11T14:36:30","date_gmt":"2022-07-11T07:36:30","guid":{"rendered":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/?p=5384"},"modified":"2022-07-11T14:36:32","modified_gmt":"2022-07-11T07:36:32","slug":"pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/","title":{"rendered":"Pelatihan Pengolahan Kopi dan Proses Paska Panen"},"content":{"rendered":"\n<p>Sumatera Selatan merupakan daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia, dengan jumlah produksi mencapai 198 ribu ton per tahunnya. Adapun kabupaten\/kota penghasil kopi terbesar di Sumsel adalah Empat Lawang, Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Muara Enim, Lahat, Pagar Alam, dan Ogan Komering Ulu (OKU). <\/p>\n\n\n\n<p>Tidak dapat dipungkiri, salah satu kendala yang dialami petani kopi adalah lokasi kebun yang berada di kawasan hutan. Perhutanan Sosial hadir menjawab permasalahan izin kelola lahan kebun di kawasan hutan. <\/p>\n\n\n\n<p>Direktur Program Hutan Kita Institute (HaKI) Deddy Permana mengatakan, terdapat 122 ribu hektar izin Perhutanan Sosial di Sumsel sampai dengan Juli 2022, dan Kopi adalah salah satu produk terbesar Perhutanan Sosial di Sumsel, terutama di daerah dataran tinggi bukit barisan.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Deddy, peguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) perlu dilakukan karena petani tidak cukup hanya medapat izin kelola kawasan hutan. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Selain mendampingi perizinan Perhutsos, HaKI juga melakukan pendampingan pasca izin Perhutsos untuk peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan juga manfaat ekologinya. Pelatihan pengolahan kopi dan proses pasca panen, adalah satu upaya peningkatan kapasitas KUPS yang HaKI lakukan,&#8221; tegas Deddy. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1046\" height=\"580\" src=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahaan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki-aidil-fikri-martha.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-5386\" srcset=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahaan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki-aidil-fikri-martha.png 1046w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahaan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki-aidil-fikri-martha-768x426.png 768w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahaan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki-aidil-fikri-martha-696x385.png 696w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahaan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki-aidil-fikri-martha-757x420.png 757w\" sizes=\"auto, (max-width: 1046px) 100vw, 1046px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Menurut Ketua Pelaksana Aidil Fikri, dengan adanya pelatihan pengolahan kopi ini dapat menjawab permasalahan petani kopi dalam pengolahan pasca panen yang masih tradisional. &#8220;Mutu kopi petani masih rendah dan terdesak oleh produk olahan modern. Sehingga harga terbilang rendah dan sulit mengkases pasar,&#8221; jelas Aidil.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan adanya pelatihan ini, lanjut Aidil, diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk kopi sehingga dapat memenuhi permintaan pasar, baik dalam negeri maupun luar negeri. &#8220;Dengan meningkatnya kualitas kopi, harga jual kopi akan semakin tinggi dan berimbas pada  meningkatnya pendapatan petani,&#8221; jelas Aidil. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"901\" height=\"583\" src=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki-hkm-kibuk.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-5387\" srcset=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki-hkm-kibuk.png 901w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki-hkm-kibuk-768x497.png 768w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki-hkm-kibuk-696x450.png 696w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki-hkm-kibuk-649x420.png 649w\" sizes=\"auto, (max-width: 901px) 100vw, 901px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Salah satu pelatih pada pelatihan, Samsi Yancik mengatakan, sejarah kopi\nberulang, dahulu kala Jawa dan Sumatera sudah terkenal dengan kopi arabikanya. \u201cPertumbuhan\nperdagangan kopi yang berkembang pesat saat ini menjadi momen bagi petani kopi\nuntuk mengembangkan kapasitas dan meningkatkan kualitas kkpi sehingga memiliki\ndaya saing yang lebih baik,\u201d kata Sam panggilan kecil putra daerah Empat Lawang\nini. <\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Sam yang juga berprofesi sebagai Sertifikasi Barista Badan\nNasional Sertifikasi, keberadaan HaKI sebagai lembaga pendamping Perhutanan Sosial\ndi Sumsel memegang peranan penting karena kopi sebagai komoditas andalah di\nPerhutanan Sosial. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cselain peningkatan kapasitas, HaKI menggalakkan penerapan Kopi Agroforestry kepada dampingannya. Selain berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan,\u201d ujar ketua Komunitas Kopi Nusantara regional Yoyakarta. \u00a0<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"988\" height=\"562\" src=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahaan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki-hutan-kemasyarakatan-kibuk-rumah-tani-pagar-alam.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-5388\" srcset=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahaan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki-hutan-kemasyarakatan-kibuk-rumah-tani-pagar-alam.png 988w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahaan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki-hutan-kemasyarakatan-kibuk-rumah-tani-pagar-alam-768x437.png 768w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahaan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki-hutan-kemasyarakatan-kibuk-rumah-tani-pagar-alam-696x396.png 696w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahaan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki-hutan-kemasyarakatan-kibuk-rumah-tani-pagar-alam-738x420.png 738w\" sizes=\"auto, (max-width: 988px) 100vw, 988px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pelatihan pengolahan kopi dan proses pasca panen melibatkan 30 orang perwakilan KUPS dari Pagar Alam, Muara Enim, Lahat, Empat Lawang, dan OKU Selatan. Sekitar 30 orang peserta pelatihan mendapat materi perkembangan industri kopi, pengolahan dan proses paska panen. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, praktek teknik pengolahan Natural, Honey, Semi Wash, dan Full Wash, serta praktek roasting dan teknik seduh manual brew diberikan dalam pelatihan yang dilaksanakan di Rumah Tani, Gunung Agung Pauh, Kelurahan Agung Lawangan, Dempo Utara Kota Pagar Alam, beberapa waktu lalu.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"955\" height=\"556\" src=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/foto-pemberian-dana-bergulir-dan-fasilitas-pengolahan-kopi-perhutanan-sosial-oleh-deddy-haki.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-5389\" srcset=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/foto-pemberian-dana-bergulir-dan-fasilitas-pengolahan-kopi-perhutanan-sosial-oleh-deddy-haki.png 955w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/foto-pemberian-dana-bergulir-dan-fasilitas-pengolahan-kopi-perhutanan-sosial-oleh-deddy-haki-768x447.png 768w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/foto-pemberian-dana-bergulir-dan-fasilitas-pengolahan-kopi-perhutanan-sosial-oleh-deddy-haki-696x405.png 696w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/foto-pemberian-dana-bergulir-dan-fasilitas-pengolahan-kopi-perhutanan-sosial-oleh-deddy-haki-721x420.png 721w\" sizes=\"auto, (max-width: 955px) 100vw, 955px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada kesematan yang sama, diberikan bantuan dana bergulir, fasilitas pengolahan kopi, dan penandatangan perjanjian kerjasama. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumatera Selatan merupakan daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia, dengan jumlah produksi mencapai 198 ribu ton per tahunnya. Adapun kabupaten\/kota penghasil kopi terbesar di Sumsel adalah Empat Lawang, Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Muara Enim, Lahat, Pagar Alam, dan Ogan Komering Ulu (OKU). Tidak dapat dipungkiri, salah satu kendala yang dialami petani kopi adalah lokasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5385,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,183,234],"tags":[525,498,541,488,440,540,485,542],"class_list":{"0":"post-5384","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"category-ford","9":"category-program","10":"tag-kopiagroforestry","11":"tag-kups","12":"tag-aidilfikri","13":"tag-deddypermana","14":"tag-haki","15":"tag-pelatihah","16":"tag-perhutanansosial","17":"tag-samsiyancik"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pelatihan Pengolahan Kopi dan Proses Paska Panen | HaKI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pelatihan Pengolahan Kopi dan Proses Paska Panen | HaKI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sumatera Selatan merupakan daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia, dengan jumlah produksi mencapai 198 ribu ton per tahunnya. Adapun kabupaten\/kota penghasil kopi terbesar di Sumsel adalah Empat Lawang, Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Muara Enim, Lahat, Pagar Alam, dan Ogan Komering Ulu (OKU). Tidak dapat dipungkiri, salah satu kendala yang dialami petani kopi adalah lokasi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HaKI\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-07-11T07:36:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-07-11T07:36:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahaan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"999\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"562\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"MIB\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"MIB\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/\"},\"author\":{\"name\":\"MIB\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1\"},\"headline\":\"Pelatihan Pengolahan Kopi dan Proses Paska Panen\",\"datePublished\":\"2022-07-11T07:36:30+00:00\",\"dateModified\":\"2022-07-11T07:36:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/\"},\"wordCount\":473,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahaan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki.png\",\"keywords\":[\"#kopiagroforestry\",\"#kups\",\"aidilfikri\",\"deddypermana\",\"HaKI\",\"pelatihah\",\"perhutanansosial\",\"samsiyancik\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"FORD\",\"Program\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/\",\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/\",\"name\":\"Pelatihan Pengolahan Kopi dan Proses Paska Panen | HaKI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahaan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki.png\",\"datePublished\":\"2022-07-11T07:36:30+00:00\",\"dateModified\":\"2022-07-11T07:36:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahaan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahaan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki.png\",\"width\":999,\"height\":562,\"caption\":\"pelatihan pengolahaan kopi paska izin perhutanan sosial hutan kita institute (haki)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pelatihan Pengolahan Kopi dan Proses Paska Panen\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/\",\"name\":\"HaKI\",\"description\":\"Perkumpulan Hutan Kita Institute\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1\",\"name\":\"MIB\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"MIB\"},\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/author\/mib\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pelatihan Pengolahan Kopi dan Proses Paska Panen | HaKI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pelatihan Pengolahan Kopi dan Proses Paska Panen | HaKI","og_description":"Sumatera Selatan merupakan daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia, dengan jumlah produksi mencapai 198 ribu ton per tahunnya. Adapun kabupaten\/kota penghasil kopi terbesar di Sumsel adalah Empat Lawang, Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Muara Enim, Lahat, Pagar Alam, dan Ogan Komering Ulu (OKU). Tidak dapat dipungkiri, salah satu kendala yang dialami petani kopi adalah lokasi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/","og_site_name":"HaKI","article_published_time":"2022-07-11T07:36:30+00:00","article_modified_time":"2022-07-11T07:36:32+00:00","og_image":[{"width":999,"height":562,"url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahaan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki.png","type":"image\/png"}],"author":"MIB","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"MIB","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/"},"author":{"name":"MIB","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1"},"headline":"Pelatihan Pengolahan Kopi dan Proses Paska Panen","datePublished":"2022-07-11T07:36:30+00:00","dateModified":"2022-07-11T07:36:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/"},"wordCount":473,"image":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahaan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki.png","keywords":["#kopiagroforestry","#kups","aidilfikri","deddypermana","HaKI","pelatihah","perhutanansosial","samsiyancik"],"articleSection":["Berita","FORD","Program"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/","url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/","name":"Pelatihan Pengolahan Kopi dan Proses Paska Panen | HaKI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahaan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki.png","datePublished":"2022-07-11T07:36:30+00:00","dateModified":"2022-07-11T07:36:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/#primaryimage","url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahaan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki.png","contentUrl":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pelatihan-pengolahaan-kopi-paska-izin-perhutanan-sosial-hutan-kita-institute-haki.png","width":999,"height":562,"caption":"pelatihan pengolahaan kopi paska izin perhutanan sosial hutan kita institute (haki)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/pelatihan-pengolahan-kopi-dan-proses-paska-panen\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pelatihan Pengolahan Kopi dan Proses Paska Panen"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website","url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/","name":"HaKI","description":"Perkumpulan Hutan Kita Institute","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1","name":"MIB","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g","caption":"MIB"},"url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/author\/mib\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5384","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5384"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5384\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5385"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5384"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5384"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5384"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}