{"id":4381,"date":"2019-09-16T17:02:04","date_gmt":"2019-09-16T10:02:04","guid":{"rendered":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/?p=4381"},"modified":"2021-08-24T15:44:01","modified_gmt":"2021-08-24T08:44:01","slug":"koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/","title":{"rendered":"KOALISI LSM INGATKAN KLHK AGAR TIDAK TERBITKAN IZIN PEMBANGUNAN JALAN TAMBANG DI KAWASAN HUTAN"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><a href=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\">hutaninstitute.or.id<\/a><\/strong> <s>     <\/s> <strong>13 Agustus 2019<\/strong> &#8211; Koalisi Anti-perusakan Hutan Sumatera Selatan-Jambi mengingatkan KLHK berhati-hati menerbitkan izin pembangunan jalan khusus angkutan batubara yang akan melewati hutan tropis dataran rendah tersisa di perbatasan Sumsel-Jambi. Sebab, koalisi beranggotakan 36 LSM ini menemukan adanya kejanggalan, menjelang diterbitkannya izin pembangunan jalan khusus yang diajukan PT Marga Bara Jaya ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).<\/p>\n\n\n\n<p>Kejanggalan dimaksud, jelas Chandra salah satu anggota koalisi, terkait perubahan Peraturan Menteri LHK tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan.&nbsp; Pada Permen LHK Nomor P. 27\/Menlhk\/Setjen\/Kum.1\/7\/2018, Pasal 12 Ayat (1) hurup a menyebutkan bahwa Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk kegiatan pertambangan mineral dan batubara tidak diberikan pada kawasan hutan produksi yang dibebani Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Restorasi Ekosistem (IUPHHK-RE) dalam Hutan Alam atau pencadangan Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Kemasyarakatan dan Hutan Desa. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun Permen\nyang baru berlaku 13 Juli 2018 itu, tiba-tiba diganti dengan Permen\nLHK Nomor\nP.7\/Menlhk\/Setjen\/Kum.1\/2\/2019, meski belum berusia setahun. Pada Permen\nyang mulai berlaku 26 April 2019 pasal 12 ayat (1) huruf a masih sama dengan Permen\nsebelumnya, yang menyebutkan bahwa IPPKH\nuntuk kegiatan pertambangan mineral dan batubara tidak diberikan pada kawasan\nhutan produksi yang dibebani Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Restorasi\nEkosistem (IUPHHK-RE) dalam Hutan\nAlam atau pencadangan Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Kemasyarakatan dan Hutan\nDesa. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Menduga Ada Kejanggalan <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Perubahan terdapat penambahan ayat (1a) hurup c, yang berbunyi, bahwa ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dikecualikan terhadap permohonan untuk kegiatan jalan angkut produksi pertambangan. \u201cPenambahan satu ayat ini kami duga sebagai upaya memuluskan IPPKH yang diajukan PT. MBJ, agar jalan jalan khusus yang akan dibangun boleh melintasi kawasan Hutan Harapan.&nbsp; Padahal kawasan yang dilewati merupakan hutan dataran rendah tersisa di perbatasan Sumatera selatan dan Jambi,\u201d papar Sudarto .<\/p>\n\n\n\n<p>Pihak\nkoalisi juga menduga kejanggalan berawal dari Rapat Komisi Penilai Amdal Pusat\nyang melakukan pembahasan Andal RKL-RPL PT MBJ di Jakarta 20 Februari 2019, dan\ndi Palembang, 27 Maret 2019. Pada dua kali rapat pembahasan Andal itu, sebagian besar peserta rapat\nmenolak jalan khusus tambang batubara yang diusulkan PT MBJ, melewati kawasan\nHutan Harapan.&nbsp; Penolakan itu, terkait\ndengan Permen LHK yang tidak memungkinkan PT MBJ mendapatkan izin membangun\njalan di kawasan yang sudah dibebani IUPHHK-RE.&nbsp;\n<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak heran, lanjut Nauli, tak lama setelah Rapat Komisi Penilai Amdal Pusat digelar, pemerintah tiba-tiba mengeluarkan Permen LHK Nomor P.7\/Menlhk\/Setjen\/Kum.1\/2\/2019. Dengan keluarnya Permen yang baru, usulan PT MBJ dikabarkan sudah mendapat rekomendasi dari Ditjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) KLHK, dan tinggal menunggu persertujuan Menteri LHK. \u201cKemungkinan besar PT MBJ akan mendapat izin pinjam pakai kawasan hutan, karena tidak ada pertaturan yang dilanggar,\u201d ujar Adios salah satu anggota koalisi.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika KLHK menerbitkan IPPKH kepada PT MBJ, dan Hutan\nHarapan akan dilewati jalan khusus angkutan batubara, pihak koalisi\nkhawatir, kawasan\nhutan tropis dataran rendah tersisa di Sumatera terancam akan habis, mengingat akses\nmasuk ke dalam kawasan makin terbuka.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Manfaatkan Jalan\nyang Ada<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam\nketerangan persnya, Koalisi\nLSM dari dua propinsi ini meminta agar PT MBJ tidak perlu membangun jalan baru,\nkarena dampak yang akan ditimbulkan.&nbsp; Sebab, jalan\nyang ada dan sudah digunakan untuk mengangkut batubara, dari lokasi tambang\nmenuju <em>stocpile<\/em><em>, <\/em>masih layak digunakan. Jalan\nyang disebut warga sebagai jalan Conoco Philip ini, sudah lama dimanfaatkan perusahaan\ntambang batubara.&nbsp;\nSelain itu, masih ada jalur jalan alternatif yang selama\nini &nbsp;dimanfaatkan perusahaan Hutan Tanaman\nIndustri.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menggunakan jalan yang sudah\nada, setidaknya koalisi melihat ada empat manfaat yang didapat sekaligus,\nyakni: 1) lansekap hutan alam dataran rendah di Jambi-Sumsel ini terhindar dari\nancaman ekologis, yakni mengganggu upaya pemulihan yang sedang dilakukan; 2)\npemanfaatan jalan <em>existing<\/em> akan\nmenyelematkan hutan tersisa, terutama hutan dataran rendah Sumatera; 3) Sumber\nkehidupan masyarakat adat Batin Sembilan, berupa hasil hutan bukan kayu,&nbsp; terlindungi dari gangguan pihak luar; 4)\nMasyarakat setempat yang tinggal di sekitar jalan yang akan dilewati juga ikut\nmenerima manfaat ekonomi, karena ramainya aktivitas yang melewati wilayah\nmereka.<strong> (*) <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kekayaan Hayati\nTinggi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kawasan hutan\nproduksi terbatas di perbatasan Jambi-Sumatera Selatan, terutama di dalam\nkawasan Hutan Harapan, masih ditemukan spesies payung <em>(umbrella species)<\/em> yaitu Harimau sumatera <em>(Panthera tigris sumatrae)<\/em>,&nbsp;\nGajah sumatera <em>(Elephas maksimus\nsumatranus)<\/em>, Tapir <em>(Tapirus indicus)<\/em>\ndan Beruang madu <em>(Helarctos malayanus)<\/em>\nyang menjadi indikator bahwa kawasan ini masih memiliki nilai konservasi dan\nkeanekaragaman hayati yang tinggi. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBerdasarkan itu,\npembukaan jalan angkut batubara akan semakin mengancam kehidupan satwa liar dan\ntumbuhan, Koalisi meyakini, fragmentasi habitat akan terjadi akibat pembukaan\njalan angkut batubara yang membelah kawasan restorasi ekosistem dan kegiatan\npengangkutan batubara dapat menimbulkan penyusutan populasi satwa liar,\nmeningkatnya kompetisi, bahkan mempertinggi risiko perkawinan sedarah\/kerabat\ndekat <em>(incest)<\/em> yang dapat mempercepat\nkepunahan populasi spesies kritis, rentan dan terancam punah, terutama spesies\nmamalia besar seperti Harimau&nbsp; sumatera,\nGajah sumatera, Tapir dan Beruang madu. Di sisi lain juga bisa mempertinggi\nkonflik manusia (masyarakat) dengan satwa liar karena terganggu habitatnya\nuntuk mencari mangsa.&nbsp; <strong>(*) <\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>hutaninstitute.or.id 13 Agustus 2019 &#8211; Koalisi Anti-perusakan Hutan Sumatera Selatan-Jambi mengingatkan KLHK berhati-hati menerbitkan izin pembangunan jalan khusus angkutan batubara yang akan melewati hutan tropis dataran rendah tersisa di perbatasan Sumsel-Jambi. Sebab, koalisi beranggotakan 36 LSM ini menemukan adanya kejanggalan, menjelang diterbitkannya izin pembangunan jalan khusus yang diajukan PT Marga Bara Jaya ke Kementerian Lingkungan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4383,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-4381","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>KOALISI LSM INGATKAN KLHK AGAR TIDAK TERBITKAN IZIN PEMBANGUNAN JALAN TAMBANG DI KAWASAN HUTAN | HaKI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"KOALISI LSM INGATKAN KLHK AGAR TIDAK TERBITKAN IZIN PEMBANGUNAN JALAN TAMBANG DI KAWASAN HUTAN | HaKI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"hutaninstitute.or.id 13 Agustus 2019 &#8211; Koalisi Anti-perusakan Hutan Sumatera Selatan-Jambi mengingatkan KLHK berhati-hati menerbitkan izin pembangunan jalan khusus angkutan batubara yang akan melewati hutan tropis dataran rendah tersisa di perbatasan Sumsel-Jambi. Sebab, koalisi beranggotakan 36 LSM ini menemukan adanya kejanggalan, menjelang diterbitkannya izin pembangunan jalan khusus yang diajukan PT Marga Bara Jaya ke Kementerian Lingkungan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HaKI\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-09-16T10:02:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-08-24T08:44:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Tata-Prima-e1568628088492.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"898\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"468\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"MIB\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"MIB\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/\"},\"author\":{\"name\":\"MIB\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1\"},\"headline\":\"KOALISI LSM INGATKAN KLHK AGAR TIDAK TERBITKAN IZIN PEMBANGUNAN JALAN TAMBANG DI KAWASAN HUTAN\",\"datePublished\":\"2019-09-16T10:02:04+00:00\",\"dateModified\":\"2021-08-24T08:44:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/\"},\"wordCount\":796,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Tata-Prima-e1568628088492.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/\",\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/\",\"name\":\"KOALISI LSM INGATKAN KLHK AGAR TIDAK TERBITKAN IZIN PEMBANGUNAN JALAN TAMBANG DI KAWASAN HUTAN | HaKI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Tata-Prima-e1568628088492.jpg\",\"datePublished\":\"2019-09-16T10:02:04+00:00\",\"dateModified\":\"2021-08-24T08:44:01+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Tata-Prima-e1568628088492.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Tata-Prima-e1568628088492.jpg\",\"width\":898,\"height\":468},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"KOALISI LSM INGATKAN KLHK AGAR TIDAK TERBITKAN IZIN PEMBANGUNAN JALAN TAMBANG DI KAWASAN HUTAN\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/\",\"name\":\"HaKI\",\"description\":\"Perkumpulan Hutan Kita Institute\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1\",\"name\":\"MIB\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"MIB\"},\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/author\/mib\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"KOALISI LSM INGATKAN KLHK AGAR TIDAK TERBITKAN IZIN PEMBANGUNAN JALAN TAMBANG DI KAWASAN HUTAN | HaKI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"KOALISI LSM INGATKAN KLHK AGAR TIDAK TERBITKAN IZIN PEMBANGUNAN JALAN TAMBANG DI KAWASAN HUTAN | HaKI","og_description":"hutaninstitute.or.id 13 Agustus 2019 &#8211; Koalisi Anti-perusakan Hutan Sumatera Selatan-Jambi mengingatkan KLHK berhati-hati menerbitkan izin pembangunan jalan khusus angkutan batubara yang akan melewati hutan tropis dataran rendah tersisa di perbatasan Sumsel-Jambi. Sebab, koalisi beranggotakan 36 LSM ini menemukan adanya kejanggalan, menjelang diterbitkannya izin pembangunan jalan khusus yang diajukan PT Marga Bara Jaya ke Kementerian Lingkungan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/","og_site_name":"HaKI","article_published_time":"2019-09-16T10:02:04+00:00","article_modified_time":"2021-08-24T08:44:01+00:00","og_image":[{"width":898,"height":468,"url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Tata-Prima-e1568628088492.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"MIB","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"MIB","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/"},"author":{"name":"MIB","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1"},"headline":"KOALISI LSM INGATKAN KLHK AGAR TIDAK TERBITKAN IZIN PEMBANGUNAN JALAN TAMBANG DI KAWASAN HUTAN","datePublished":"2019-09-16T10:02:04+00:00","dateModified":"2021-08-24T08:44:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/"},"wordCount":796,"image":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Tata-Prima-e1568628088492.jpg","articleSection":["Berita"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/","url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/","name":"KOALISI LSM INGATKAN KLHK AGAR TIDAK TERBITKAN IZIN PEMBANGUNAN JALAN TAMBANG DI KAWASAN HUTAN | HaKI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Tata-Prima-e1568628088492.jpg","datePublished":"2019-09-16T10:02:04+00:00","dateModified":"2021-08-24T08:44:01+00:00","author":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/#primaryimage","url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Tata-Prima-e1568628088492.jpg","contentUrl":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Tata-Prima-e1568628088492.jpg","width":898,"height":468},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/koalisi-lsm-ingatkan-klhk-agar-tidak-terbitkan-izin\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"KOALISI LSM INGATKAN KLHK AGAR TIDAK TERBITKAN IZIN PEMBANGUNAN JALAN TAMBANG DI KAWASAN HUTAN"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website","url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/","name":"HaKI","description":"Perkumpulan Hutan Kita Institute","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1","name":"MIB","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g","caption":"MIB"},"url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/author\/mib\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4381","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4381"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4381\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4383"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4381"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4381"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4381"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}