{"id":4086,"date":"2019-01-15T10:08:22","date_gmt":"2019-01-15T03:08:22","guid":{"rendered":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/?p=4086"},"modified":"2019-02-25T10:32:44","modified_gmt":"2019-02-25T03:32:44","slug":"penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/","title":{"rendered":"Penangkapan Kepiting Bakau Yang Lestari"},"content":{"rendered":"\n<p><a href=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\"><strong>hutaninstitute.or.id<\/strong><\/a> <del>      <\/del> Salah satu strategi untuk mewujudkan meningkatkan pendapatan kelompok masyarakat nelayan di sekitara Taman Nasional Sembilang adalah dengan pemanfaatan sumberdaya secara optimal, efisien dan efektif. Tingkat pemanfaatan sumberdaya pada masing-masing wilayah khusus wilayah konservasi&nbsp; seperti Sembilang harus disesuaikan dengan daya dukung lingkungan kawasan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dewasa ini kegiatan penangkapan\nkepiting dapat dilakukan setiap hari, bahkan pada saat terjadi musim selatan\n(bulan Oktober-Desember). Pada musim ini nelayan tidak bisa melaut di lepas\npantai karena terjadi cuaca buruk yang disertai badai, sehingga banyak nelayan\nyang melakukan penangkapan kepiting. <\/p>\n\n\n\n<p>Besarnya peluang nelayan dalam\nmelakukan usaha penangkapan kepiting didukung oleh tingginya permintaan dan\npeluang pasar kepiting bakau. Pada pasar dalam negeri, kepiting bakau telah\nbanyak dijual di pasaran-pasaran tradisional hingga ke swalayan mewah\n(supermarket), dan disajikan di rumah makan kecil di pinggiran jalan sampai\nrestoran bahkan sampai hotel berbintang. Mengacu pada gambaran tersebut diatas\nmaka usaha penangkapan kepiting&nbsp; di Taman\nnasional Sembilang adalah sesuatu yang realistis dan menjadi sangat relevan\nsebagai salah satu pilihan dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan\nnelayan sembari menjaga wilayah Taman nasional sembilang dari perambahan dan\nkerusakan yang berlebih.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Penangkapan kepiting bakau di sekitar\nMangrove Taman Nasional Sembilang di lakukan sudah secara turun temurun. Usaha\npenangkapan kepiting bakau di sekitar Taman Nasional Sembilang ini belum ada\nkelompok nelayan, mereka masih dengan kelompok kecil<\/p>\n\n\n\n<p>tergabung dalam sebuah kelompok yang\nbernama Kelompok Nelayan Rukun Makmur Biaya Tetap Biaya tetap pada usaha\npenangkapan kepiting bakau meliputi biaya penyusutan alat yaitu perahu, mesin,\nbubu, jarring. Peralatan ini tidak habis dalam satu kali pemakaian sehingga\ndapat dipakai berulang kali untuk kegiatan penangkapan 24 kepiting bakau. Biaya\npenyusutan alat terbesar yaitu pada perahu dan jaring karena harga beli yang\nrelatif mahal sehingga nelayan juga perlu untuk melakukan perawatan kondisi\nperahu dan jaring supaya bisa dipakai lebih lama. <\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya dari hitungan kasar nelayan\nyang ada di taman nasional sembilang sembilang maka dapat diketahui bahwa\nrata-rata pendapatan nelayan per bulan adalah Rp. 3.000.000\/Orang di asumsikan\nsaja nelayan kerja efektif mecari kepiting bakau&nbsp; hanaya&nbsp;\nselama dua minggu dalam satu bulan &nbsp;, bila dalam setahun itu afektif dalam\nhitungan bulan maka di dapatkan delapan bulan sehingga menghasilkan 24\njuta\/orang, itu hitungan efektif &nbsp;dengan\ndemikian dapat dinyatakan bahwa usaha penangkapan kepiting bakau yang dilakukan\noleh nelayan di wilayah sembilang memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan\nmenjadi usaha agribisnis karena dapat menghasilkan pendapatan bagi nelayan,\nnamun tingkat pendapatan nelayan dari usaha penangkapan kepiting bakau masih\ntergolong rendah. Dan hasil pendapatan tersebut masih mampu untuk memenuhi\nkebutuhan hidup oleh sebab itu agar&nbsp; perlu\nditingkatkan kemampuan nelayan terutama inovasi teknologi alat tangkap dan cara\nbudidaya yang baik untuk kesejateraan masyrakat di skitar kawasan tampa\nmengangu ekosistem kawasan taman nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai wilayah\nkonservasi taman nasional harus dijaga, dan dilindungi&nbsp; disisi lain masyarakat perlu kesejahteraan\noleh itu Kementerian Kelautan dan Perikanan dan telah menerbitkan kepmen untuk\nmengantisipasi penurunan populasi alami kepiting bakau (<em>Scylla spp<\/em>.) di taman nasional sembilang. Perlu dilakukan sejumlah\nupaya untuk mengantisipasi berbagai permasalahan yang muncul akibat\npemberlakuan kepmen tersebut antara lain larangan perdagangan kepiting dengan\nukuran karapas kurang dari 15cm, kepiting gendong telur dan kelas C yang\nmerupakan produk terbesar hasil tangkapan nelayan. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu,\npenggunaan jaring kelompok pukat, perlu mendapat dukungan cara aplikasi dan\npemanfaatan hasil tangkap dari penmangku wilayah yaitu Balai Taman Nasionala\nBerbak sembilang Khususnya seksi II( Sembilang). Dengan cara membina,\nmendapingi, dan memberikan bantuan modal dengan terlebih dahulu membentuk\nkelompok masyarakat nelayan agar merubah paradigma agar produksi kepiting\njangan hanya mengandalkan hasil tangkapan alam, tetapi juga melalui teknik\nbudidaya melalui pola kerjasama pengepul-nelayan, pembuatan kolam pembesaran\ndan perbaikan sarana alat tangkap nelayan.Hal ini diilakukan untuk mengatasi\nrealita di lapangan, semua hasil tangkapan kepiting oleh nelayan baik besar\nmaupun kecil akan dijual ke pengepul kecil, sementara saat pengepul kecil\nmenjual ke pengepul besar yang pada umumnya dijual antar propinsi atau luar\nnegeri hanya menerima kepiting sesuai peraturan Kepmen tersebut di muka.\nKeunggulan budidaya selain keuntungan finansial, suplai produk kontinyu, juga\nakan terjadi penyerapan tenaga kerja masyarakat pedasaan dan&nbsp; menjaga\nkelestarian alam di sekitar dan didalam kawasan Taman Nasional Berbak&nbsp; dan Sembilang Khususnya di Wilayah II\nSembilang, <\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : Afan Absori (Ka SPTN II Palembang Balai TN Berebak  dan Sembilang)<\/p>\n\n\n\n<p>Editor  : JUA<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>hutaninstitute.or.id Salah satu strategi untuk mewujudkan meningkatkan pendapatan kelompok masyarakat nelayan di sekitara Taman Nasional Sembilang adalah dengan pemanfaatan sumberdaya secara optimal, efisien dan efektif. Tingkat pemanfaatan sumberdaya pada masing-masing wilayah khusus wilayah konservasi&nbsp; seperti Sembilang harus disesuaikan dengan daya dukung lingkungan kawasan. Dewasa ini kegiatan penangkapan kepiting dapat dilakukan setiap hari, bahkan pada saat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4087,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[205],"tags":[],"class_list":{"0":"post-4086","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-opini-haki"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Penangkapan Kepiting Bakau Yang Lestari | HaKI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penangkapan Kepiting Bakau Yang Lestari | HaKI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"hutaninstitute.or.id Salah satu strategi untuk mewujudkan meningkatkan pendapatan kelompok masyarakat nelayan di sekitara Taman Nasional Sembilang adalah dengan pemanfaatan sumberdaya secara optimal, efisien dan efektif. Tingkat pemanfaatan sumberdaya pada masing-masing wilayah khusus wilayah konservasi&nbsp; seperti Sembilang harus disesuaikan dengan daya dukung lingkungan kawasan. Dewasa ini kegiatan penangkapan kepiting dapat dilakukan setiap hari, bahkan pada saat [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HaKI\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-01-15T03:08:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-02-25T03:32:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/WhatsApp-Image-2018-09-28-at-14.47.06-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"360\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"MIB\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"MIB\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/\"},\"author\":{\"name\":\"MIB\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1\"},\"headline\":\"Penangkapan Kepiting Bakau Yang Lestari\",\"datePublished\":\"2019-01-15T03:08:22+00:00\",\"dateModified\":\"2019-02-25T03:32:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/\"},\"wordCount\":693,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/WhatsApp-Image-2018-09-28-at-14.47.06-1.jpg\",\"articleSection\":[\"OPINI\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/\",\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/\",\"name\":\"Penangkapan Kepiting Bakau Yang Lestari | HaKI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/WhatsApp-Image-2018-09-28-at-14.47.06-1.jpg\",\"datePublished\":\"2019-01-15T03:08:22+00:00\",\"dateModified\":\"2019-02-25T03:32:44+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/WhatsApp-Image-2018-09-28-at-14.47.06-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/WhatsApp-Image-2018-09-28-at-14.47.06-1.jpg\",\"width\":640,\"height\":360},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/\",\"name\":\"HaKI\",\"description\":\"Perkumpulan Hutan Kita Institute\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1\",\"name\":\"MIB\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"MIB\"},\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/author\/mib\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penangkapan Kepiting Bakau Yang Lestari | HaKI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/","next":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penangkapan Kepiting Bakau Yang Lestari | HaKI","og_description":"hutaninstitute.or.id Salah satu strategi untuk mewujudkan meningkatkan pendapatan kelompok masyarakat nelayan di sekitara Taman Nasional Sembilang adalah dengan pemanfaatan sumberdaya secara optimal, efisien dan efektif. Tingkat pemanfaatan sumberdaya pada masing-masing wilayah khusus wilayah konservasi&nbsp; seperti Sembilang harus disesuaikan dengan daya dukung lingkungan kawasan. Dewasa ini kegiatan penangkapan kepiting dapat dilakukan setiap hari, bahkan pada saat [&hellip;]","og_url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/","og_site_name":"HaKI","article_published_time":"2019-01-15T03:08:22+00:00","article_modified_time":"2019-02-25T03:32:44+00:00","og_image":[{"width":640,"height":360,"url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/WhatsApp-Image-2018-09-28-at-14.47.06-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"MIB","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"MIB","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/"},"author":{"name":"MIB","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1"},"headline":"Penangkapan Kepiting Bakau Yang Lestari","datePublished":"2019-01-15T03:08:22+00:00","dateModified":"2019-02-25T03:32:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/"},"wordCount":693,"image":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/WhatsApp-Image-2018-09-28-at-14.47.06-1.jpg","articleSection":["OPINI"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/","url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/","name":"Penangkapan Kepiting Bakau Yang Lestari | HaKI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/WhatsApp-Image-2018-09-28-at-14.47.06-1.jpg","datePublished":"2019-01-15T03:08:22+00:00","dateModified":"2019-02-25T03:32:44+00:00","author":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/penangkapan-kepiting-bakau-yang-lestari\/#primaryimage","url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/WhatsApp-Image-2018-09-28-at-14.47.06-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/WhatsApp-Image-2018-09-28-at-14.47.06-1.jpg","width":640,"height":360},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website","url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/","name":"HaKI","description":"Perkumpulan Hutan Kita Institute","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1","name":"MIB","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g","caption":"MIB"},"url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/author\/mib\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4086","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4086"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4086\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4087"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4086"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4086"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4086"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}