{"id":4070,"date":"2019-01-02T10:57:25","date_gmt":"2019-01-02T03:57:25","guid":{"rendered":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/?p=4070"},"modified":"2019-01-02T11:37:11","modified_gmt":"2019-01-02T04:37:11","slug":"sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/","title":{"rendered":"Sulit Temukan Buaya Pemalu \u2018Senyulong\u2019"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><\/h2>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\"><strong>hutaninstitute.or.id<\/strong><\/a>  <del>     <\/del> Nampaknya sangat sulit sekali menemukan dan melakukan perjumpaan langsung terhadap Buaya Senyulong apa lagi mendapatkan foto penampakannya secara utuh, ini terlihat dari hasil pemantauan Tahap III hanya tiga individu yang teramati. satu individu berukuran 1 meter dan dua individu anakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bayu Prima dari\nKiBASS salah satu anggota Pokja\nPemantau Buaya mengatakan kegiatan\nsurvei ini kita lakukan mulai dari Muara\nHilir sungai benuh hingga\nke bagian hulu dan dari Muara\nSungai Simpang Kanan namun untuk ke hulu Sungai Simpang sangat sulit dikarenakan\nrendahnya permukaan air sungai di bulan September. \u201dkita sangat sulit\nmencapai hulu sungai dikarenakan surut,\u201d ungkap Bayu.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1300\" height=\"731\" src=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSCN5116-1300x731.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4073\" srcset=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSCN5116-1300x731.jpg 1300w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSCN5116-325x183.jpg 325w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSCN5116-650x366.jpg 650w\" sizes=\"auto, (max-width: 1300px) 100vw, 1300px\" \/><figcaption>Tim Pemantauan Buaya menangkap siluet mata diduga Buaya Senyulong<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>\u201cSangat sulit sekali medan yang kita tempuh, harus melewati pasang surut untuk menemukan Buaya jenis ini,\u201dujar Bayu.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua sungai ini\nterdiri dari hutan sekunder yang telah terbakar atau ditebang dalam beberapa\ntingkatan yang masih menyimpan hutan rawa gambut yang relatif utuh. <\/p>\n\n\n\n<p>Bayu menambahkan tim\npemantau melakukan aktivitas pemantauan disiang dan malam hari dengan\nmenentukan posko di bagan \u00bd pada kediaman Pak Andre dan keluarga dikarenakan\npenemuan satu individu Buaya\nSenyulong pada aktivitas\npemantau sebelumnya berda disekitar kediaman keluarga tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Sama seperti\nkegiatan sebelumnya pemantauan diawali dengan melakukan metode tidak langsung\nmenggali informasi dari masyarakat sekitar dan nelayan yang beraktivitas\nmencari ikan, \u201dungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian tim\nbergerak menuju ke hulu Sungai\nSimpang Kanan sampai pada terakhir\nbagan untuk pemantauan hari pertama, hari ke dua tim pemantau melakukan\npemantauan terfokus pada muara sungai simpang kanan, bagan 6 sampai bagan \u00bd,\ndan hari ke tiga tim melakukan pencarian sarang pada aliran sungai rasau\ndimalam harinya melanjutkan lagi pemantauan terfokus dengan membagi dua tim\nyaitu tim pertama memantau dari bagan \u00bd sampai muara sungai simpang kanan dan\ntim ke dua memantai dari bagan \u00bd menuju ke arah batas vegetasi nipah.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Riza Khadarisman ketua Tim Pokja Pemantauan Buaya dari Taman Nasional Berbak dan sembilang mengatakan buaya jenis ini termasuk yang selalu menyembunyikan diri saat berjumpa dengan manusia dan menyelam untuk waktu yang cukup lama sampai pada saat dirasakan telah aman barulah menampakan diri kembali. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMakanya sangat sulit kita bertemu buaya jenis ini\u00a0 dimana hasil pemantauan regular tahap 3 \u00a0hanya tiga individu Buaya Senyulong yang teramati, satu individu berukuran 1 meter dan dua individu anakan\u201dujarnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1300\" height=\"731\" src=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSCN5032-min-1300x731.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4071\" srcset=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSCN5032-min-1300x731.jpg 1300w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSCN5032-min-325x183.jpg 325w, https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSCN5032-min-650x366.jpg 650w\" sizes=\"auto, (max-width: 1300px) 100vw, 1300px\" \/><figcaption>sedang melakukan diskusi dengan Masyarakat desa sekitar sungai Benuh<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Informasi tim pemantauan Buaya Senyulong dari hasil yang disampaikan oleh nelayan sepanjang Sungai benuh menunjukan bahwa Buaya Sinyulong sudah sulit ditemukan satu tahun belakangan ini, dan wilayah kekuasaan nya sudah didominasi oleh buaya katak yang sangat\u00a0 menyukai habitat sungai dengan dominasi tumbuhan air Bakung dan Rasau dengan banyak jenis Ikan besar dan kecil hidup di sungai menjadikan Buaya Katak mendapat makanan yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dihabitatnya berdampingan dengan aktifitas sehari-hari nelayan pencari Ikan air tawar yang dapat dikatakan ketersediaan makanan untuk Buaya katak melipah oleh sebab itu hasil pemantauan tim hanya berjumpa 3 ekor. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDalam artian\nkeberadaan buaya Senyolong&nbsp; masih ada dan\ndengan perilaku buaya Senyulong&nbsp; sudah\nterganggu oleh Buaya\nKatak, sehingga&nbsp; Buaya\nSenyulong bergeser kearah\nhutan hidup tepatnya &nbsp;di sungai Simpang Kanan,\u201d ungkap Riza.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>hutaninstitute.or.id Nampaknya sangat sulit sekali menemukan dan melakukan perjumpaan langsung terhadap Buaya Senyulong apa lagi mendapatkan foto penampakannya secara utuh, ini terlihat dari hasil pemantauan Tahap III hanya tiga individu yang teramati. satu individu berukuran 1 meter dan dua individu anakan. Bayu Prima dari KiBASS salah satu anggota Pokja Pemantau Buaya mengatakan kegiatan survei ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4074,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[204,198],"tags":[436,474,437,435,238],"class_list":{"0":"post-4070","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-hutan-kita","8":"category-tfca","9":"tag-berbak","10":"tag-buaya-senyulong","11":"tag-jambi","12":"tag-sembilang","13":"tag-sumsel"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sulit Temukan Buaya Pemalu \u2018Senyulong\u2019 | HaKI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sulit Temukan Buaya Pemalu \u2018Senyulong\u2019 | HaKI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"hutaninstitute.or.id Nampaknya sangat sulit sekali menemukan dan melakukan perjumpaan langsung terhadap Buaya Senyulong apa lagi mendapatkan foto penampakannya secara utuh, ini terlihat dari hasil pemantauan Tahap III hanya tiga individu yang teramati. satu individu berukuran 1 meter dan dua individu anakan. Bayu Prima dari KiBASS salah satu anggota Pokja Pemantau Buaya mengatakan kegiatan survei ini [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HaKI\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-01-02T03:57:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-01-02T04:37:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSCN5061.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"4608\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"3456\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"MIB\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"MIB\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/\"},\"author\":{\"name\":\"MIB\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1\"},\"headline\":\"Sulit Temukan Buaya Pemalu \u2018Senyulong\u2019\",\"datePublished\":\"2019-01-02T03:57:25+00:00\",\"dateModified\":\"2019-01-02T04:37:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/\"},\"wordCount\":507,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSCN5061.jpg\",\"keywords\":[\"berbak\",\"buaya senyulong\",\"jambi\",\"sembilang\",\"sumsel\"],\"articleSection\":[\"HUTAN KITA\",\"TFCA\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/\",\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/\",\"name\":\"Sulit Temukan Buaya Pemalu \u2018Senyulong\u2019 | HaKI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSCN5061.jpg\",\"datePublished\":\"2019-01-02T03:57:25+00:00\",\"dateModified\":\"2019-01-02T04:37:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSCN5061.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSCN5061.jpg\",\"width\":4608,\"height\":3456,\"caption\":\"tim melakukan perjalanan disungai benuh\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/\",\"name\":\"HaKI\",\"description\":\"Perkumpulan Hutan Kita Institute\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1\",\"name\":\"MIB\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"MIB\"},\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/author\/mib\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sulit Temukan Buaya Pemalu \u2018Senyulong\u2019 | HaKI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/","next":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sulit Temukan Buaya Pemalu \u2018Senyulong\u2019 | HaKI","og_description":"hutaninstitute.or.id Nampaknya sangat sulit sekali menemukan dan melakukan perjumpaan langsung terhadap Buaya Senyulong apa lagi mendapatkan foto penampakannya secara utuh, ini terlihat dari hasil pemantauan Tahap III hanya tiga individu yang teramati. satu individu berukuran 1 meter dan dua individu anakan. Bayu Prima dari KiBASS salah satu anggota Pokja Pemantau Buaya mengatakan kegiatan survei ini [&hellip;]","og_url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/","og_site_name":"HaKI","article_published_time":"2019-01-02T03:57:25+00:00","article_modified_time":"2019-01-02T04:37:11+00:00","og_image":[{"width":4608,"height":3456,"url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSCN5061.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"MIB","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"MIB","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/"},"author":{"name":"MIB","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1"},"headline":"Sulit Temukan Buaya Pemalu \u2018Senyulong\u2019","datePublished":"2019-01-02T03:57:25+00:00","dateModified":"2019-01-02T04:37:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/"},"wordCount":507,"image":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSCN5061.jpg","keywords":["berbak","buaya senyulong","jambi","sembilang","sumsel"],"articleSection":["HUTAN KITA","TFCA"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/","url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/","name":"Sulit Temukan Buaya Pemalu \u2018Senyulong\u2019 | HaKI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSCN5061.jpg","datePublished":"2019-01-02T03:57:25+00:00","dateModified":"2019-01-02T04:37:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/sulit-temukan-buaya-pemalu-senyulong\/#primaryimage","url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSCN5061.jpg","contentUrl":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSCN5061.jpg","width":4608,"height":3456,"caption":"tim melakukan perjalanan disungai benuh"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website","url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/","name":"HaKI","description":"Perkumpulan Hutan Kita Institute","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1","name":"MIB","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g","caption":"MIB"},"url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/author\/mib\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4070","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4070"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4070\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4074"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4070"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4070"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4070"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}