{"id":3663,"date":"2019-01-02T11:22:08","date_gmt":"2019-01-02T04:22:08","guid":{"rendered":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/id_id\/?p=3663"},"modified":"2021-12-01T10:12:49","modified_gmt":"2021-12-01T03:12:49","slug":"berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/","title":{"rendered":"Berdayakan Masyarakat dengan Kemitraan Konservasi"},"content":{"rendered":"<p>Harapan tersebut tentu tidaklah sekedar menjadi harapan. Salah satu jalan mewujudkan harapan tersebut melalui kemitraan konservasi, yakni kemitraan kehutanan di dalam kawasan konservasi dengan kerjasama antar unit pengelola kawasan atau pemegang izin pada kawasan konservasi dengan masyarakat setempat. Tentulah kerjasama ini berdasarkan prinsip saling menghargai, saling percaya, dan saling menguntungkan.<\/p>\n<p>Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah mengeluarkan kebijakan Perhutanan Sosial untuk mendekatkan masyarakat dengan hutan, melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) merancang satu peraturan tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Tata Cara Kemitraan Konservasi Pada Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestraian Alam (KPA) yang tertuang dalam Perdirjen KSDAE Nomor 6 Tahun 2108.<\/p>\n<p>Adanya Juknis ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kemitraan antara Unit Pelaksana Teknis (UPT) kawasan konservasi yaitu Taman Nasional Berbak dan Sembilang dengan masyarakat di sekitar dan di dalam Kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS). Peraturan baru ini sekaligus melengkapi ketentuan-ketentuan yang sudah ada sebelumnya tentang penyelenggaraan kerja sama dan kemitraan dalam pengelolaan kawasan konservasi.<\/p>\n<p>Mewujudkan perlindungan yang efektif bagi kawasan konservasi memang pekerjaan yang membutuhkan dukungan kerja sama yang kuat. Begitu besar tantangan yang berakar dari masalah kemiskinan setempat, pengaruh dari luar, serta terbatasnya keterampilan dan akses masyarakat lokal.<\/p>\n<p>Turut mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dalam rangka penguatan tata kelola dan fungsi kawasan konservasi dan kelestarian keanekaragaman hayati, Konsorsium Bentang Alam Sembilang Sumsel (KiBASS) melakuan pemberdayaan masyarakat di sekitar Taman Nasional Sembilang.<\/p>\n<p>Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan KiBASS, diantaranya berupaya meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran, serta memanfaatkan sumber daya melalui penerapan kebijakan, program, kegiatan, dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat.<\/p>\n<p>Pendekatan yang berbasis masyarakat dengan menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dilakukan karena upaya penegakan hukum ternyata tidak mampu menyelesaikan masalah. Bahkan pendekatan ini sudah tidak lagi dijadikan panglimanya. Apalagi jika mengingat konflik laten berkaitan dengan tata batas dan sejarah tenurial setempat, masalah jadi tidak sesederhana hitam dan putih.<\/p>\n<pre>\u00a0<\/pre>\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Perubahan paradigma pengelolaan kawasan hutan dengan mengedepankan masyarakat sebagai pelaku utama sangat diperlukan. Terlebih pelaksanaan Perhutanan Sosial (PS) menjadi agenda prioritas Nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak ketinggalan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah memiliki Peraturan Gubernur nomor 58 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perhutanan Sosial. Tentu hal tersebut sangat mengembirakan, karena Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki potensi Perhutanan Sosial yang cukup luas ini perlu dikelola dengan baik. Termasuk potensi kemitraan konservasi yang tidak sedikit berada di Sumatera Selatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak sedikit kawasan konservasi yang keberadaannya digugat oleh masyarakat. Kemitraan konservasi yang baik tidak hanya mampu mengakhiri konflik, bahkan membuka peluang-peluang baru terwujudnya kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dalam rangka penguatan tata kelola dan fungsi kawasan konservasi dan kelestarian keanekaragaman hayati.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\"><strong>Adiosyafri, S.S<\/strong> (&nbsp;Direktur Riset &amp; Kampanye HaKI )<\/pre>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Harapan tersebut tentu tidaklah sekedar menjadi harapan. Salah satu jalan mewujudkan harapan tersebut melalui kemitraan konservasi, yakni kemitraan kehutanan di dalam kawasan konservasi dengan kerjasama antar unit pengelola kawasan atau pemegang izin pada kawasan konservasi dengan masyarakat setempat. Tentulah kerjasama ini berdasarkan prinsip saling menghargai, saling percaya, dan saling menguntungkan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4080,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[205,198],"tags":[],"class_list":{"0":"post-3663","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-opini-haki","8":"category-tfca"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Berdayakan Masyarakat dengan Kemitraan Konservasi | HaKI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Berdayakan Masyarakat dengan Kemitraan Konservasi | HaKI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Harapan tersebut tentu tidaklah sekedar menjadi harapan. Salah satu jalan mewujudkan harapan tersebut melalui kemitraan konservasi, yakni kemitraan kehutanan di dalam kawasan konservasi dengan kerjasama antar unit pengelola kawasan atau pemegang izin pada kawasan konservasi dengan masyarakat setempat. Tentulah kerjasama ini berdasarkan prinsip saling menghargai, saling percaya, dan saling menguntungkan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HaKI\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-01-02T04:22:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-12-01T03:12:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSC01458-1300x731.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"731\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"MIB\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"MIB\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/\"},\"author\":{\"name\":\"MIB\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1\"},\"headline\":\"Berdayakan Masyarakat dengan Kemitraan Konservasi\",\"datePublished\":\"2019-01-02T04:22:08+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-01T03:12:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/\"},\"wordCount\":425,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSC01458.jpg\",\"articleSection\":[\"OPINI\",\"TFCA\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/\",\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/\",\"name\":\"Berdayakan Masyarakat dengan Kemitraan Konservasi | HaKI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSC01458.jpg\",\"datePublished\":\"2019-01-02T04:22:08+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-01T03:12:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSC01458.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSC01458.jpg\",\"width\":6000,\"height\":4000},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/\",\"name\":\"HaKI\",\"description\":\"Perkumpulan Hutan Kita Institute\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1\",\"name\":\"MIB\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"MIB\"},\"url\":\"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/author\/mib\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Berdayakan Masyarakat dengan Kemitraan Konservasi | HaKI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/","next":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Berdayakan Masyarakat dengan Kemitraan Konservasi | HaKI","og_description":"Harapan tersebut tentu tidaklah sekedar menjadi harapan. Salah satu jalan mewujudkan harapan tersebut melalui kemitraan konservasi, yakni kemitraan kehutanan di dalam kawasan konservasi dengan kerjasama antar unit pengelola kawasan atau pemegang izin pada kawasan konservasi dengan masyarakat setempat. Tentulah kerjasama ini berdasarkan prinsip saling menghargai, saling percaya, dan saling menguntungkan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/","og_site_name":"HaKI","article_published_time":"2019-01-02T04:22:08+00:00","article_modified_time":"2021-12-01T03:12:49+00:00","og_image":[{"width":1300,"height":731,"url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSC01458-1300x731.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"MIB","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"MIB","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/"},"author":{"name":"MIB","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1"},"headline":"Berdayakan Masyarakat dengan Kemitraan Konservasi","datePublished":"2019-01-02T04:22:08+00:00","dateModified":"2021-12-01T03:12:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/"},"wordCount":425,"image":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSC01458.jpg","articleSection":["OPINI","TFCA"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/","url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/","name":"Berdayakan Masyarakat dengan Kemitraan Konservasi | HaKI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSC01458.jpg","datePublished":"2019-01-02T04:22:08+00:00","dateModified":"2021-12-01T03:12:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/berdayakan-masyarakat-dengan-kemitraan-konservasi\/#primaryimage","url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSC01458.jpg","contentUrl":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSC01458.jpg","width":6000,"height":4000},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#website","url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/","name":"HaKI","description":"Perkumpulan Hutan Kita Institute","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/6ea8ad83c0708dedef300eb9feb99ea1","name":"MIB","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/632e0466cfa43c50ff90a5ceafe64137ccf40c50f2a083d72c969aae078b8976?s=96&d=mm&r=g","caption":"MIB"},"url":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/author\/mib\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3663","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3663"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3663\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4080"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3663"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3663"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hutaninstitute.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3663"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}